Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Analisi DNA

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 06 July 2014
di Tugas Biologi Melokuler - 0 komentar

Metode analisis DNA fingerprintSistematika analisis DNA fingerprint sama dengan metode analisis ilmiah yang biasa dilakukan di laboratorium kimia. Sistematika ini dimulai dari proses pengambilan sampel sampai keanalisis dengan PCR. Pada pengambilan sampel dibutuhkan kehati-hatian dan kesterilan peralatan yang digunakan. Setelah didapat sampel dari bagian tubuh tertentu, maka dilakukanisolasi untuk mendapatkan sampel DNA. Bahan kimia yang digunakan untuk isolasi adalah Phenolchloroform dan Chilex Phenolchloroform biasa digunakan untuk isolasi darah yang berbentuk cairan sedangkan Chilex digunakan untuk mengisolasi barang bukti berupa rambut. Lama waktu proses tergantung darikemudahan suatu sampel di isolasi, bisa saja hanya beberapa hari atau bahkan bisa berbulan-bulan. 

Tahapan selanjutnya adalah sampel DNA dimasukkan kedalam mesin PCR. Langkah dasarpenyusunan DNA fingerprint dengan PCR yaitu dengan amplifikasi (pembesaran) sebuah setpotongan DNA yang urutannya belum diketahui. Prosedur ini dimulai dengan mencampursebuah primer amplifikasi dengan sampel genomik DNA. Satu nanogram DNA sudah cukupuntuk membuat plate reaksi. Jumlah sebesar itu dapat diperoleh dari isolasi satu tetes darahkering, dari sel-sel yang melekat pada pangkal rambut atau dari sampel jaringan apa saja yangditemukan di TKP. Kemudian primer amplifikasi tersebut digunakan untuk penjiplakan padasampel DNA yang mempunyai urutan basa yang cocok. Hasil akhirnya berupa kopi urutan DNAlengkap hasil amplifikasi dari DNA Sampel.

Selanjutnya kopi urutan DNA akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat polapitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (polaelektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang dimaksud DNA fingerprint. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola pita bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Finishing dari metode ini adalah mencocokkan tipe-tipe DNA finger print dengan pemilik sampel jaringan (tersangka pelaku kejahatan)

Daftar Pustaka :* Irawan, Bambang. 2003. DNA fingerprinting pada Forensik, Biologi sebagai Bukti Kejahatan.Majalah Natural Ed. 7/Thn. V/April 2003. Bandar Lampung* Rizal, M. Wahyu. 2005. Tes DNA : Mengendus Jejak Kejahatan. Majalah Natural Ed. 11/Thn.VII/Agustus 2005. Bandar Lampung* Fessenden dan Fessenden. 1986. Kimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga. Diterjemahkan olehAloysius Hadyana Pudjaatmaka. Penerbit Erlangga. JakartaOleh : Sinly Evan PutraAsisten II SekJenIkatan Himpunan Mahasiswa Kimia IndonesiaSumber : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=98

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :