Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Laporan Hasil PKL Teknik Pembuatan Probiotik (Ringkasan)

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 27 December 2016
di Kegiatan Akhir Perkuliahan - 0 komentar

Oke kali ini saya akan men share hasil dari kegiatan PKl saya yang di Puspa Agro saja.. sebab PKL saya sebelumnya tidak dinyatakan selesai dan yang pasti juga belum acc dosen pembimbing. Judul PKL saya Teknik Pembuatan Probiotik Komersial Untuk Perbaikan Kualitas Air Tawar di Biotech Agro, Tawangsari, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Berikut ringkasan nya :

Probiotik merupakan salah satu upaya penanggulangan dari serangan penyakit yang diakibatkan dari serangan bakteri infeksi dalam kolam budidaya. Probiotik juga memiliki peranan dalam memperbaiki kualitas air, memperbaiki penggunaan pakan, memperbaiki respon imun dan menghambat pertumbuhan bakteri pathogen.

Praktek Kerja Lapang ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana membuat probiotik dan mengetahui permasalahan yang ada dalam proses pembuatan probiotik serta mengetahui bakteri yang digunakan dalam pembuatan probiotik. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Biotech Agro Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur pada tanggal 5 – 30 Maret 2015. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara dan studi pustaka.

Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang, meliputi persiapan lokasi, persiapan alat dan bahan, pembuatan starter bakteri, pembuatan media probiotik, pemberian aerasi, pengemasan dan pemasaran. Proses pembuatan probiotik dikerjakan dalam skala laboratorium dengan kapasitas minimal 60 liter. Semua bahan yang digunakan dalam proses sebelumnya harus diolah dan dimasak untuk meminimalisir terjadinya kontaminan. Proses inkubasi dalam membuat probiotik membutuhkan waktu minimal 14 hari. Bakteri probiotik yang digunakan berasal dari bioaktivator yang berisi bermacam-macam bakteri probiotik. Bioaktivator yang digunakan berisi bakteri Lactobacillus sp., Acetobacter sp., Pseudomonas sp., Streptomyces sp., Azotobacter chroococcu, Bacillus sp. dan Rhodobacter sp. Selama proses inkubasi sesekali dilakukan pengadukan agar bahan media dan probiotik bisa tercampur homogen, selain itu untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh bakteri selama proses inkubasi.

Probiotik yang telah siap untuk dikomersialkan memiliki ciri yakni memiliki warna coklat, terdapat gelembung gas pada permukaan dan mengeluarkan bau yang tidak menyengat. Proses pengemasan dilakukan pada botol berukuran 500 ml. Probiotik yang telah siap dikemas dilakukan pemberian aerasi selama 24 jam, untuk bertujuan agar bakteri tidak menghasilkan gas selama dikemas dalam botol. Probiotik yang tidak diberi aerasi akan mengakibatkan botol menggelembung dan pecah. Proses pemasaran probiotik di Biotech Agro dilakukan secara langsung di workshop ataupun melalui agen penjualan. Kendala yang dialami selama proses pembuatan probiotik yaitu menjaga kondisi agar tetap aseptis. Analisi usaha dalam pembuatan probiotik ini diketahui R/C lebih besar dari 1 yakni 1,19 sehingga apabila dilakukan pengembangan usaha pembuatan probiotik akan sangat menguntungkan.

Bagi yang ingin melihat naskah lengkap nya bisa menghubungi saya melalui email ya (lutfi.an711@gmail.com)

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :