Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Laporan Hasil PKL Teknik Pembuatan Probiotik (Pustaka)

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 27 December 2016
di Kegiatan Akhir Perkuliahan - 0 komentar

Defenisi Probiotik

Istilah probiotik pertama kali dilontarkan oleh Lilley dan Stillwell pada 1965, yang mendefinisikan probiotik sebagai mikroba untuk menstimulus pertumbuhan mikroba lainnya (Winarno, 1997 dalam Antarini, 2011). Istilah “Probiotika” berasal dari bahasa yunani probios yang dalam biologi berarti untuk kehidupan. Istilah tersebut pertama kali digunakan untuk menjelaskan substansi atau zat yang disekresikan oleh suatu mikroba atau mikroorganisme yang dapat memacu pertumbuhan (Fuller, 1992).

Probiotik merupakan istilah yang diberikan untuk mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik bagi kesehatan organisme lain yang menjadi inangnya (Bodinier et al., 2010). Schrezenmeir and de Vrese (2001) menambahkan bahwa probiotik merupakan mikroorganisme non-patogen, yang jika masuk kedalam tubuh organisme lain atau inangnya bisa memberikan pengaruh positif terhadap fisiologis dan kesehatannya.

Manfaat Probiotik

Bakteri asam laktat yang digunakan dalam probiotik merupakan kelompok besar bakteri menguntungkan yang memiliki sifat relatif sama yakni kemampuan merombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana (Rostini, 2007). Probiotik yang dimasukkan dalam perairan memiliki manfaat untuk memperbaiki kualitas air, memperbaiki penggunaan pakan, memperbaiki respon imun dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen (Verschere et al., 2000)

Syarat Probiotik

Probiotik secara sederhana digambarkan oleh mikroba yang memberikan keuntungan kesehatan bagi inangnya (Antarini, 2011). Raja and Arunachalam (2011) menambahkan bahwa probiotik dapat berupa bakteri, jamur atau ragi, tapi yang paling bersifat probiotik adalah bakteri.

Feliatra (2002) menjelaskan syarat bakteri yang harus dipenuhi sebagai probiotik adalah tidak memiliki sifat patogen baik pada hewan maupun manusia dan tidak menggangu keseimbangan ekosistem. Bakteri yang digunakan sebagai probiotik bisa dibudidayakan serta dapat hidup dalam tubuh ikan atau inangnya

Teknik Pembuatan Probiotik

Haetami dkk. (2008) menjelaskan prosedur pembuatan probiotik dibagi dalam tiga tahap yaitu menyiapkan starter inokulum, menyiapkan media bioproses dan melakukan bioproses pada auto-shakerbath. Tahap pertama menyiapkan starter inokulum yaitu dengan cara mengambil bakteri yang dibutuhkan menggunakan ose, kemudian dikulturasi dalam Erlenmeyer 125 ml yang berisi 50 ml Luria broth steril yang ditetapkan pada pH 7 yang diatur menggunakan HCl 1N. Larutan broth yang telah dimasukkan mikroba kemudian diinkubasi dalam inkubator selama dua hari pada suhu 30-350C. Inokulum yang telah siap, dihitung jumlah koloninya dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC) (jumlah koloni minimal 109 per ml atau per g).

Tahap kedua menyiapkan media bioproses yang terdiri dari kulit udang, tepung beras dan molases, 0,5 % (b/v) ekstrak yeast, 0,5 % (b/v) KH2PO4, 0,1 % (b/v) CaCl2, 0,5%(b/v) NaCl dan 0,05% (b/v) MgSO4. Media yang telah siap dimasukan inokulum bakteri.

Tahap terakhir yaitu melakukan bioproses pada auto-shakerbath dengan menggunakan bakteri yang dibutuhkan. Sebagai nutrien dalam bioproses ditambahkan larutan mineral standar (NH4NO3 0,5%, KCl 0,05%, MgSO4.7H2O 0,05%, FeSO4.7H2O 0,01% dan CuSO4.5H2O 0,001%).

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :