Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Laporan Hasil PKL Teknik Pembuatan Probiotik (Pustaka - Bakteri Probiotik)

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 27 December 2016
di Kegiatan Akhir Perkuliahan - 0 komentar

Bakteri Probiotik Saluran Pencernaan

Collins and Gibson (1989) dalam Antarini (2011) menjelaskan bakteri untuk membantu proses pencernaan yang umumnya digunakan adalah BAL (Bakteri Asam Laktat). Setioningsih dkk. (2004) menjelaskan bakteri asam laktat memiliki peran positif dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus serta membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh inangnya. Rahayu dkk. (2001) menambahkan bahwa bakteri asam laktat memiliki kemampuan menghasilkan produk metabolit yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan bakteri patogen didalam saluran pencernaan.

Erbilir and Erdogul (2006) menjelaskan senyawa – senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat antara lain : asam laktat, karbon dioksida, diacetyl, hidrogen peroksida dan bakteriosin. Senyawa – senyawa tersebut dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan. Achmad dkk. (2013) menjelaskan mekanisme kerja dari bakteri asam laktat adalah menghasilkan asam laktat yang kemudian terakumulasi pada lingkungan disekitarnya sehingga dapat menurunkan pH hingga 4,0 – 4,8. Hal ini menyebabkan mikroba patogen dan pembusuk yang umunya hidup pada pH 6,0 – 8,0 tidak dapat tumbuh.

Bakteri asam laktat yang berpotensi sebagai agensia probiotik menurut Rahayu dkk. (2001) adalah Bifidobacterium sp., Lactobacillus sp. dan Streptococcus sp. (Setioningsih dkk., 2004). Peranan bakteri asam laktat sebagai bakteri probiotik sangat ditentukan oleh sifatnya yang mampu bertahan hidup pada kondisi asam atau pH rendah ketika berada di saluran pencernaan (Achmad dkk., 2013)

Bakteri Probiotik Lingkungan

Verschere et al. (2000) bakteri probiotik memiliki pengaruh menguntungkan bagi lingkungan hidupnya. Bakteri probiotik merupakan pengendali lingkungan dikarenakan fungsinya dalam membunuh patogen di lingkungan hidupnya, sehingga penggunaan probiotik juga berperan dalam peningkatan kualitas air (Moriaty, 1998).

Menurut Hasanuddin (2002) Bakteri yang memiliki potensi sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam perairan secara alamiah yakni Agrobacterium, Bacillus sp., Pseudomonas sp. dan Rhodobacter sp. (Zhou and Wang, 2012), serta Acetobacter sp. (Pourramezan et al., 2009)



Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :