Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Budidaya Lobster Air Tawar

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 21 February 2012
di Entrepreneur - 2 komentar

Lobster air tawar tergolong jenis udang yang mudah untuk dibudidayakan, bukan hanya di lahan yang luas tetapi bisa dikembangkan di lahan yang sempit dan terbatas. Dengan sedikit modal dan kemauan yang kuat, setiap orang sudah bisa membudidayakan lobster air tawar.
Walaupun pembudidaya lobster air tawar sudah mulai menjamur, namun peluang usaha baru masih terbuka lebar karena sampai saat ini produksi lobster belum bisa memasok seluruh permintaan. Lobster air tawar lebih gampang dibudidayakan dan tidak mudah terserang penyakit. Tidak seperti udang windu dan yang lainnya yang membutuhkan lahan luas dalam pembudidayaannya, serta rentan dengan penyakit. Pertumbuhan lobster air tawar pun relatif cepat dan mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak. Satu ekor betina mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur setiap satu kali kawin. Dalam setahun induk betina bisa kawin sampai 5 kali.

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam pemeliharaan lobster ini, diantaranya seleksi induk, pemeliharaan induk, pemijahan dan pengeraman telur hingga penetasan serta perawatan larva sampai ukuran konsumsi.

SELEKSI INDUK

Awal dari seleksi induk ini, harus bisa membedakan jenis kelamin induk jantan dan betina, misalnya :

Untuk induk jantan terdapat tonjolan pada pasangan kaki jalan kelima dihitung dari capitnya dan biasanya sisi capit ditandai dengan warna merah.

Untuk induk betina terdapat lubang pada pangkal kaki jalan ketiga.

Hal-hal lain yang kita perhatikan dalam seleksi induk adalah :

  1. Induk minimal berumur 8 bulan
  2. Bobot induk jantan diatas 30 gram
  3. Bobot induk betina 20 gram – 30 gram
  4. Kondisi sehat

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERBUDIDAYA LOBSTER

1. PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan berupa butiran pelet (yang dapat tenggelam dalam air) dan  makanan alami berupa kacang-kacangan, umbi-umbian dan sayuran lainnya yang sebelumnya dimasak terlebih dahulu untuk memudahkan lobster mencernanya.

Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah lobster yang ada. Jangan menyisahkan makanan dalam aquarium secara berlebihan, karena akan mempengaruhi kualitas air dan kadar oksigen. 

2. KETERSEDIAAN OKSIGEN

Oksigen yang terlarut dalam air merupakan faktor terpenting dalam memelihara semua jenis hewan air, termasuk lobster. Oksigen terlarut dapat diperoleh dari aerator, atau alat-alat aquarium lain yang banyak dijual di toko perlengkapan ikan.

3. KUALITAS AIR

Dalam berbudidaya lobster, kualitas air harus senantiasa terjaga. Hal ini untuk menjaga lobster dari berbagai penyakit dan menjaga nafsu makannya.

4. TEMPAT PERSEMBUNYIAN

Lobster merupakan hewan yang membutuhkan tempat untuk bersembunyi, terutama ketika siang hari dan proses molting (pergantian kulit/cangkang).

Tempat persembunyian bisa dibuat dari rooster atau paralaon/PVC dengan ukuran yang disesuaikan dengan tubuh lobster.

5. JENIS KELAMIN

Untuk mengetahui jenis kelamin lobster dapat kita lihat dari benjolan yang terdapat pada kaki lobster.

  • Ciri lobster jantan yaitu terdapat benjolan pada kaki paling bawah, selain itu terdapat warna merah pada ujung capitnya.
  • Ciri lobster betina yaitu terdapat benjolan pada kaki ketiga dan tidak terdapat warna merah pada ujung capitnya. 

6. MOLTING

Proses molting (pergantian kulit/cangkang) terjadi karena pertumbuhan badan lobster. Dan ketika itu keadaan lobster sangat lemah, sehingga mudah untuk dimangsa oleh lobster yang lain. Untuk menghindarinya kita harus memindahkan ke tempat lain selama 1 hari (sampai tubuh lobster kembali mengeras). 

7. PEMIJAHAN 

Dalam usia sekitar 7 bulan, lobster mulai mencari pasangannya untuk melakukan pemijahan. Oleh karena itu idealnya dalam satu tempat terdapat 3 lobster jantan dan 5 lobster betina.

8. PENGERAMAN

Setelah terjadi proses perkawinan, maka lobster akan meletakkan telur-telur di sirip renangnya dan menutup/melindunginya dengan ekornya. Biasanya proses pengeraman terjadi satu hingga satu setengah bulan.

 

2 Komentar

1. reza

pada : 19 May 2012

"gk ada butir butir pokonya ta
"


2. lutfi

pada : 21 May 2012

"maksudnya, butir'' yg kyak gmana ya??
kan sudah ada point''nya.. ."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :