Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

2012, RI menghentikan ekspor rumput laut

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 06 March 2012
di Info Global - 0 komentar

2012, RI Setop Ekspor Rumput Laut 
Gelar Roundtable Minapolitan Rumput Laut 

Tahun ini Indonesia akan menghentikan ekspor rumput laut kering. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jendral (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Victor Nikijuluw, usai membuka roundtable/minapolitan rumput laut di Hotel Mercure, Kamis, 30 Juli.


Menurut dia, penghentian ekspor rumput laut mentah dilakukan untuk lebih meningkatkan nilai tambah, dan menghidupkan industri rumput laut dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan produk kosmetik seperti pemutih (whitening), sabun, dan lainnya diproduksi dalam negeri lalu diekspor.

Victro mengatakan, kebijakan tersebut merupakan stimulus nonfinansial yang luar biasa nilainya. "Dengan menutup keran ekspor mentah, maka industri kita bisa hidup, tenaga kerja terserap, sehingga nilai tambahnya besar," kata Victor.

Pejabat berdarah Maluku tersebut mengakui bahwa penghentian ekspor akan diikuti dengan peningkatan produksi melalui dua program. Pertama, minapolitan rumput laut di beberapa daerah. Kedua, Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) berupa bantuan budidaya rumput laut kepada masyarakat.

"Jadi kita tidak asal menutup. Mekanisme penutupannya sedang dikaji. Semua itu tergantung dari kita sebagai stakeholder rumput laut, tetapi secara pribadi saya yakin kita bisa berhasil mengembangkan industri rumput laut dengan menutup ekspor mentah," katanya.

Dia lalu menjelaskan, bahwa sejak wacana tersebut dipaparkan di beberapa kesempatan, industri kosmetik di Filipina khawatir. "Karena memang 80 persen industri besar di Filipina bahan bakunya dari Indonesia," katanya.

Menurut dia, ekspor mentah yang dilakukan selama ini, imbasnya pada nilai produk yang selalu dimainkan industri di negara buyers. "Dengan mengolah sendiri rumput laut menjadi bahan siap pakai, kita tidak akan didikte atau dimainkan negara buyers," tegasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah membatasi impor ikan salmon dan menutup impor ikan dori dari Filipina. "Efeknya, sudah ada pengusaha dalam negeri yang memproduksi ikan dori karena memang bahannya ada yakni ikan patin yang diolah menjadi dori. Kita mau penutupan ekspor rumput laut juga begitu," tegasnya.

Tahap awal penyetopan ekspor rumput laut mentah, pemerintah mencoba mensinergikan daerah penghasil dan industri. "Kita tahu 80 persen rumput laut Indonesia dari KTI. Sementara industrinya ada di Jawa Timur. Nanti kita sinergikan sambil membangun industri pengolahan di daerah penghasil," urainya.

Sementara Asisten II Bidang Ekbang Amal Natsir yang mewakil Gubernur Sulsel, mengatakan, dari total produksi rumput laut yang mencapai 3,9 juta ton setara basah, 80 persen dari kawasan timur Indonesia.

Di Sulsel, menurut dia, pada 2010 potensi budidaya rumput laut pesisir pantai mencapai 193 ribu hektare dittambah 105 ribu hektare tambak mampu menghasilkan 1,5 jt ton rumput laut. "Produksi tersebut terdiri atas jenis cottonii 108 jt ton, 430 ribu ton gracilaria," ucapnya.

Tahun ini, prognosa produksi rumput laut basah mencapai 2,4 jt ton atau naik 24 persen (setara kenaikan 9 juta ton) dibandingkan produksi tahun lalu. "Jadi tidak muluk-muluk kalau kita menargetkan pertumbuhan produksi sampai 353 persen pada 2014. Kalau itu terjadi maka pada 2015 Sulsel menjadi produsen terbesar rumput laut di dunia," jelasnya.

Mengenai penyetopan ekspor, Amal Natsir mengatakan, sebagai langkah yang baik. Karena itu, sebelum kebijakan itu diterapkan Pemprov Sulsel bersama KKP membuat program minapolitan rumput laut. "Kita sudah tetapkan Pangkep sebagai penampungan dan industrinya di Kabupaten Bantaeng," ucapnya.

Roundtable Minapolitan Rumput Laut yang diselenggarakan KKP bersama DKP Sulsel, dihadiri Walikota Baubau Amirul Tamim, Walikota Palopo HPA Tenriajeng, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid Batara, Bupati Parigi Syamsurizal Tombolotutu, Bupati Luwu HA Mudzakkar, dan beberapa usutan dari daerah penghasil rumput laut di KTI. (aci)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :