Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Renungan 2

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 07 March 2012
di Motivasi Islami - 0 komentar

sebuah curahan yang dicurahkan oleh seorang temanku yang juga seorang calon Insinyur perikanan terhadap kondisi alam khususnya alam perairan yang kerap kita bangga banggakan tapi ternyata kondisinya semakin tahun semakin memburuk. semoga tulisan yang puenuh dengan makna ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membaca serta utamanya bagi Bangsa ini.. .. . 

" Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya..... (Az-Zumar:21)".

 

Sadar tidak?Ayat di atas ternyata sedikit menyinggung tentang dunia perikanan juga lhoh.

Coba kita lihat lautan luas yang 2/3 nya menduduki wilayah kekuasaan Indonesia kita. sekilas bagi masyarakat yang awam tentang dunia perikanan atau kelautan pasti melihatnya biasa, tidak menarik mungkin. tapi itu persepsi mereka. padahal seandainya mereka tahu kenyataan bahwa dibalik kebiruan dan keasinan air laut itu ada sesuatu yang bisa dikata lebih dari indah. Sesuai dengan apa yang Sang Penguasa alam firmankan di atas, di balik perairan itu muncullah kehidupan tanaman tanaman yang  wonderful, powerfull and colorfull, berbagai keunikan maupun keindahan bentuk makhluk aquatik malu malu sembunyi dibalik tenangnya gelombang disana. kehidupan yang penuh warna. subhaanallah :)

 

 

tapi apa mau dikata..mari tengok fakta..

mirisnya nasib mereka. Ketenangan hidup mereka terusik. bahkan..tidak hanya terusik, keindahan mereka juga terusak.

hari demi hari,

sedikit demi sedikit,

bukan dengan perlahan,

komunitas mereka habis dengan cepat di beberapa tempat.

karena siapa?

yuk kita simak..

 

"Dhoharol fasadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aidin naas ( Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia ).... [ Ar-Ruum : 41 ]".

 

 

siapa lagi?

hanya manusia yang bisa mengendarai kapal, hanya manusia yang bisa menebar pukat, hanya manusia yang bisa menyalakan bom..astaghfirullah..

kasihan mereka, mana hati nurani kita?

bukan kita menyalahkan para nelayan, bukan kita menyinggung pemerintahan, tapi kita memohon kesadaran.

mungkin para nelayan tak ada pilihan lagi karena desakan ekonomi..

mungkin para pemerintahan butuh regenerasi..

wahai makhluk pribumi.

disinilah kita berdiri.

mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan, airlangga university.

bukan tanpa alasan,

walau banyak celaan karena terdengar rendahan.

kita disini membawa beban dan pertanggung jawaban.

bersyukurlah..kita disini berarti kita telah berbaik hati menyempatkan diri untuk menolong kehidupan..

banggalah..Sang Pencipta meletakkan kepercayaan di pundak kita..

 

"..wa ja'alnaa minal maa'i kulla syai'in hayyi ( dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air ).... [ Al- Anbiya' : 30 ]".

 

Jelas sudah, bahwa dari air itulah Allah menciptakan banyak kehidupan.

memang banyak opini yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari tanah. itu benar :) tapi apa tanah itu bisa subur tanpa air?

wallahu a'lam :)

 

 

 

Sumber : sebuah catatan temanku Izhà Alawy Adaada Ajja (nama akun facebooknya)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :