Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Pergerakan Mahasiswa (Sepak terjang Mahasiswa dari masa ke masa)

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 06 April 2012
di Lain - lain - 0 komentar

 

            Mahasiswa bergerak, itu harus!. Gerakan kepemudaan dan mahasiswa memang sudah sejak lama dikenal sebagai gerakan pengusung berbagai perubahan (agent change). Sejak zaman kemerdekaan mahasiswa selalu bergerak dalam perubahan bangsa ini. sebuah sumpah yang diikrarkan para pemuda dan Mahasiswa dengan komitmen demi kemerdekaan dari segala bentuk penndasan, telah berhasil membuat semangat juang yang semakin berkobar. Sehingga para pemuda yang dianggap memiliki intelektualitas tinggi dan kepribadian sosial yang tinggi ini mampu membawa perubahan yang cukup besar dalam perubahan bangsa ini.

            Era Kepemimpinan Soekarno merupakan dimana masa kejayaan dari bangsa ini, selain itu Pak Soekarno merupakan bapak proklamasi yang telah membakar semangat juang para pemuda Indonesia untuk menuju kemerdekaan. Soekarno pernah berikrar berikan aku 10 pemuda Indonesia maka aku akan menguasai dunia, dimana pemuda yang dimaksud adalah gerakan pemuda dan Mahasiswa. Di samping mendapat apresiasi positif, kepemimpinan Bung Karno juga membuat geram Amerika Serikat (AS) dan sekutunya karena mereka takut kalau Indonesia menjadi negara besar. Hal inilah yang membuat para intel AS, khususnya CIA, membuat strategi untuk menghentikan kepemimpinan Bung Karno di Indonesia serta menggantikannya dengan orang yang pro CIA. Setelah mengamati sepak terjang berbagai kandidat, terpilihlah Soeharto untuk memuluskan gerakan ini. Namun kebebasan Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi rakyat telah direngut ketika Soeharto naik sebagai pemimpin negara yang diktator. Mulai terjadi pelarangan Mahasiswa untuk bersuara bahkan terjadi pembungkaman pada aktifis di luar kampus, dan mereka yang berani bersuara harus menanggung resiko pembungkaman seperti maraknya orang hilang, petrus (penembak misterius), atau bahkan dilakukan penahanan. Mei 1998 merupakan tongak dari sejarah bagi Indonesia, lebih tepatnya bagi Mahasiswa di Indonesia saat itu. Atas dasar kesamaan nasib dengan rakyat yang tertindas oleh kesewenang – wenangan dan kediktatoran Soeharto, Mahasiswa bergerak dalam satu baris dengan mengembang amanat dari rakyat indonesia, yaitu REFORMASI. Mahasiswa bersatu dengan membawa 6 tuntutan dalam Agenda Reformasi, yaitu mengadili Soeharto dan kroninya, cabut dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945, otonomi daerah seluas-luasnya, serta menegakkan supremasi hukum. Akhirnya, seluruh mahasiswa bersuka cita pada tanggal 21 Mei 1998 kala sang presiden memutuskan untuk berhenti dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia (RI). Untuk saat itu, euforia menyambangi seluruh rakyat di negeri Indonesia, tak terkecuali mahasiswa. Mereka dengan bangga mengibarkan bendera merah putih sebagai kebanggan atas upaya dan jerih payah mereka saat itu.

            Beberapa tahun pasca reformasi mahasiswa tetap terus bergerak dalam berbagai bidang. Hingga saat ini telah banyak terbentuk berbagai macam Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (ORMEK) dengan Visi dan Misi mereka masing – masing tetapi tetap pada satu tujuan yang sama, yakni kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun pada saat ini banyak sekali Organisasi ataupun  perkumpulan yang bertindak tanpa koordinasi yang jelas sehingga banyak sekali terjadi demonstrasi secara salah. Tidak menutup kemungkinan bahwa tindakan Demonstrasi yang seharusnya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, justru dimanfaatkan para politikus – politikus sebagai sarana mengkampanyekan partai – partai mereka.  pemahaman konsep menyeluruh mengenai pergerakan seharusnya diperluas dengan pemahaman yang lebih mendalam berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan yang serius dan berkualitas juga merupakan bentuk pergerakan mahasiswa dalam memberantas kebodohan dirinya. Sebelum mengabdi, proses pencerdasan diri sangatlah penting bagi mahasiswa itu sendiri agar tidak terjebak dalam permainan politik. REFORMASI belum tuntas dan aktivis angkatan 98 sudah melepas statusnya sebagai mahasiswa, serta mereka sudah tidak seidealis lagi ketika waktu masih menjadi mahasiswa di dalam menyikapi persolan bangsa, mereka sekarang sudah terjun kedalam dunia politik dan tersebar di banyak partai pemilu.

            Mahasiswa sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang besar untuk semua perubahan yang terjadi di negeri ini. Tridharma Perguruan Tinggi merupakan suatu dasar landasan guna menyadarkan kaum pemuda (Mahasiswa) ini sebagai agen – agen perubahan. Negeri ini butuh perubahan.  Mahasiswa sebagai kaum intelektual merupakan satu – satunya yang masih memiliki kepercayaan dari rakyat sepenuhnya untuk menyampaikan aspirasi mereka. Hidup terus berputar dan kehidupan terus berjalan. Teruslah bergerak wahai mahasiswa karena ketika kau berhenti bergerak maka pada saat itu juga sesungguhnya kau mati.

 

Lutfi Adi Nugroho

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan

Universitas Airlangga

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :