Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Totalitas Untuk Kualitas

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 22 May 2012
di Karya Essai peserta Lomba Essay AIBF Airlangga Islamic Book Fair - 0 komentar

        Didalam proses Pendidikan terdapat komponen-komponen Pendidikan yang terlibat secara aktif, saling berinteraksi atau berhubungan satu sama lain. Komponen sentral dalam proses Pendidikan adalah Peserta didik (siswa/murid), Pendidik (guru), Tujuan dan isi (kurikulum) serta Alat (sarana dan prasarana). Jika upaya pendidikan hendak dilaksanakan dengan teratur dan terencana, maka berbagai komponen dan hubungannya harus dikenali, dikaji, dan dikembangkan sehingga mekanisme kerja komponen-komponen itu secara  menyeluruh dan terpadu, akan dapat membuahkan hasil yang optimal. Proses pendidikan yang berkualitas terjadi apabila komponen pendidikan yang ada dalam upaya pendidikan itu saling berhubungan secara fungsional dalam satu kesatuan. Artinya komponen-komponen tersebut harus berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, janganlah berharap output pendidikan akan membaik jika komponen-komponen tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya. Komponen-komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain pada proses pendidikan, sehingga keseimbangan sangat diperlukan untuk mencapai output yang bermutu. Dari segi Komponen peserta didik yang sangat berpengaruh adalah tingkat kesiapan dan minatnya untuk terlibat aktif dalam proses Pendidikan, sehingga Pendidikan menjadi suatu proses yang bemakna dalam hidupnya. Dari segi Komponen Pendidik harus terdapat kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Artinya pada hakikatnya Pendidik (guru) harus mencapai kriteria tersebut dan yang tidak kalah penting profesi guru adalah profesi yang berdasarkan bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme. Bukan orientasi materi semata yang kini sering menjadi alasan seseorang untuk menjadi guru. Begitu juga dari segi Tujuan dan isi harus sesuai dengan kepentingan peserta didik sehingga ia menjadi insan yang bermanfaat di masyarakat. Dan yang tidak kalah penting yaitu Komponen Alat Pendidikan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana, dalam hal ini alat berfungsi untuk membantu tercapainya tujuan Pendidikan. Posisi komponen ini menjadi penting, karena tersedianya fasilitas mempunyai keterkaitan positif terhadap output yang dihasilkan.

        Jika kita menyoroti keadaan Pendidikan bangsa ini, hubungan atau interaksi antara komponen-komponen tersebut dirasa kurang. Masih banyak sekolah-sekolah yang belum mempunyai sarana dan prasarana yang layak guna menunjang proses pembelajaran yang berkualitas. Profesionalisme guru pun masih dipertanyakan selama ini, banyak fakta di lapangan mengatakan bahwa ada beberapa guru yang mengajarkan ketidakjujuran kepada siswa nya pada saat ujian nasional. Kurikulum pun cenderung berubah-ubah mengikuti perubahan para menteri yang menangani nya. Permasalahan sarana dan prasarana pun menghantui bangsa ini dalam pengembangan kualitas pendidikan. Banyak di daerah-daerah pelosok desa yang tidak pernah merasakan kemajuan teknologi yang sedang pesat sekarang ini. Artinya penyatuan komponen-komponen Pendidikan di dunia Pendidikan Indonesia masih dianggap dibawah kriteria yang diharapkan. Kebijakan yang diambil pemerintah pun seharusnya memberi perhatian pada lingkup menyelaraskan hubungan interaksi antara komponen-komponen tersebut. Kebijakan yang diambil pun tidak bersifat sektoral saja dan tidak cenderung larut hanya berkonsentrasi pada satu komponen saja. Karena hubungan komponen ini bersifat sistemik, harus memperhatikan fungsi komponen yang lain. Tidak hanya berkutat pada salah satu komponen saja, misalnya tidak hanya upaya peningkatan profesionalisme guru akan tetapi peningkatan sarana dan prasarana ikut menjadi perhatian. Penyatuan secara terpadu komponen-komponen Pendidikan adalah upaya yang sistematis dan elegant dalam meningkatkan kualitas Pendidikan.

 

(Arjuna Putra Aldino - Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :