Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

lokasi penyelaman terbaik Indonesia

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 25 October 2012
di Jaya Indonesia, Jaya Perikanan dan Jaya Lautan - 0 komentar

Berikut adalah peringkat lokasi penyelaman terbaik Indonesia dari hasil survey Litbang National Geographic TRAVELER Indonesia.

1. Papua: Kepulauan Raja Ampat (NILAI: 4,23) 
Responden memberikan nilai tertinggi untuk keragaman dan keindahannya (4,81) serta kelestarian lokasi. Sekaligus menjadi impian para penyelam yang belum pernah berkunjung ke sana (36%). “Kehidupan bawah laut belum terganggu dan saya berharap akan demikian seterusnya. Lokasi tepat untuk menikmati ikan dan terumbu karang juga aneka relic dari Perang Dunia II,” Daniel Abimanju Carnadie, Jakarta. 
Dari Jakarta, peminat mesti melintasi dua zona waktu dengan penerbangan lebih dari 7 jam untuk tiba di Sorong, gerbang taman laut gugus 610 pulau yang berlokasi di depan kepala burung Papua. Lebih dari 540 jenis karang keras (75% dunia), 1.000 jenis ikan karang dan 700 jenis moluska siap dieksplorasi dan dinikmati keindahannya. 
Liputan menyeluruh soal Raja Ampat pernah dibuat oleh NATIONAL GEOGRAPHIC yang dilakukan oleh David Doubillet. Mengambil materi dunia bawah laut, berdasar fakta kelengkapan biota laut di Raja Ampat. 
Beberapa daya tarik utamanya: karang dinding berposisi hampir vertikal, laguna dengan kanal-kanal, gua sampai aneka hiu jinak. Dari si mini Papuan Epaulette sampai hiu karpet Wobbegong Shark, pigmy seahorse seruas kelingking hingga part hantu dengan bentang sayap mencapai 5m, Napoleon Wrasse dan barakuda masih mudah ditemui. 
Sekitar 65 bangkai kapal dan 35 bangkai pesawat peninggalan PD II makin memperkaya dunia bawah laut Raja Ampat. 
Pesona bawah laut Kepulauan Raja Ampat mampu 'membius' para penyelam, hingga tak sempat melakukan kunjungan darat lebih jauh lagi. Padahal, kondisi alam Papua yang cantik sayang bila dilewatkan. Contohnya bertandang ke pulau seperti Misool, Batanta dan Salawati. 

2. Nusa Tenggara Timur: Komodo, Rinca (NILAI: 4,23) 
Dipilih karena nilai tantangan dan kesulitan tinggi untuk tiba di lokasi bawah air (4,42) dan menempati peringkat kedua setelah Raja Ampat untuk soal kelestarian lokasi (4,24). “Lokasi yang komplit, dengan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut berpadu dengan arus kuat menjadi tantangan tersendiri,” Fajar Anshori, Jakarta. 
Untuk mencapai lokasi, silakan ambil penerbangan Denpasar, lanjut pesawat kecil ke Labuan Bajo. Dari sana, pilih liveaboard atau perahu motor ke titik penyelaman. 
Atraksi utamanya hiu paus, pari manta, aneka bentukan atau formasi dasar laut sampai dinding dan cerukan terumbu karang. Warna-warna indah menjadikan suasana bawah laut makin cantik. Pari manta bintik putih mirip elang (Aetobatis narinari) berbentang sirip 2,3 m bisa ditemukan di perairan ini. Apel laut atau tripang merah (Pseudocolchims violaceus), spotfin lionfish (Pteoris antennata), firefish (Nemateleotris magnified). Napoleon wrasse dan moray eels (Gymnothoraxfimbriatus) juga ada. 
Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo dan rumah bagi satwa purba komodo (Varanus komodoensis) yang tengah dicalonkan untuk menjadi satu dari New 7 Wonders of Nature. 

3. Sulawesi Utara: Selat Lembeh, Bitung (NILAI: 4,19) 
Nilai tertinggi didapat untuk sektor kepuasan dibanding biaya atau cost meets value (4,52). Disusul dengan layanan operator yang memuaskan (4,09). “Banyak biota aneh yang jarang ada di tempat lain,” Ria Qorina Lubis, Jakarta. 
Bisa ditempuh dari Manado ke pelabuhan Bitung, dengan tambahan ekowisata Tangkoko-Batuangus-Dua Saudara. Kediaman satwa langka Tarsius, burung Maleo dan monyet hitam - yang kerap disebut sebagai 'yaki' oleh penduduk lokal. 
Pantainya berpasir hitam, karena berasal dari batu vulkanik. Selat Lembeh terkenal untuk muck diving, menyelam sambil jeli mengamati dan mencari-cari para biota penyamar di dasar pasir. Seperti aneka kuda laut, frog fish, mandarinfish (Synchiropus splendens), bobtail squid (Euprymna), gurita, belut ular, nudibranch – siput laut tak bercangkang, udang-udangan, hermit crab (Trizopagurus) sampai ikan capungan banggai (Pterapogon kauderm), ikan sebelah dan anemon (Actinodendron). Surga bagi fotografi bawah laut jenis makro. 

4. Sulawesi Utara: Kepulauan Bunaken, Manado (NILAI: 4,14) 
Kemudahan untuk menuju lokasi ini membuatnya terpilih sebagai salah satu situs selam terbaik (4,09). Termasuk peringkat atas untuk daftar lokasi yang ingin dikunjungi penyelam (13%). “Keanekaragaman penghuni lautnya begitu kaya. Keindahannya pun tak diragukan lagi,” Syamsir M. Saputra, Kalimantan Selatan. 
Perjalanan diawali dari Manado, dilanjutkan berperahu ke Pulau Bunaken, bersauh di Pantai Liang atau Pangalisang. 
Bila tak ingin menjadikan pulau-pulau itu sebagai markas selama penyelaman, bisa memilih tinggal di beberapa desa pesisir dekat Manado, seperti Tongkaina dan Molas. Lalu berperahu tiap hari ke titik penyelaman. 
Suguhan utama adalah dinding curam (drop-off) hanya beberapa meter lepas pantai Liang. Terumbu karang tergolong sehat. Napoleon wrasse, bumphead parrotfish, lepu ayam, lepu batu, tuna, kerang raksasa Tridacna, kuda laut kerdil (Hippocampus bargibanti), karang (Cirrhipathes spiralis) dan ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) bisa ditemui di bagian dari kawasan Taman Nasional Laut Bunaken - Manado Tua (TNLB) ini. 

5. Bali: Tulamben (NILAI: 4,05) 
Menempati peringkat teratas untuk urusan layanan operator (4,12) dan kemudahan menuju lokasi (4,17). “Titik penyelaman sangat dekat pantai. Wreck diving bagus, meski kadang crowded di bawah,” Johannes Suryo, Surabaya. 
Inilah kesempatan memasuki kedalaman laut dengan berjalan dari pantai, tak perlu terjun dari dermaga atau kapal. Lewat Pantai Tulamben berbatu dan pasir hitam hasil muntahan Gunung Agung, yang terakhir kali erupsi pada1963. 
Tujuan utama berada 30 m dari pantai, di kedalaman mulai 3 m: bangkai kapal Liberty dari PD II. Merupakan wreck diving termudah dan teraman di dunia. Cobalah menyelam malam saat purnama dilanjutkan menikmati Tulamben Wall ditemani moray (Gymnothorax melanospilos), belut (Heteroconger hassi), Napoleon wrasse, barakuda, sunfish (Mola mola), udang karang (Enoplometopus debelius), karang hitam (Antiphens sp) dan gerombolan ikan kuwek. Saat musim mola-mola dan angin timur, lokasi ini sangat ramai. 
Untuk wisata tambahan, tersedia begitu banyak pilihan. Mulai Tulamben hingga ke arah Denpasar, dapat ditemui pura, gua, lanskap dan pedusunan cantik alami. 

6. Bali: Nusa Penida, Lembongan (NILAI: 4,02) 
Menempati peringkat tinggi bagi ketersediaan wisata tambahan (3,18) juga memiliki tantangan saat melakukan penyelaman (3,95). “Banyak pilihan tempat drift diving,” Margareta W. Artanti, Jakarta. 
Terbang ke Denpasar lantas menyeberang dengan kapal untuk tinggal di Nusa Penida. Bisa juga menginap di Sanur atau Nusa Dua dan bertolak ke titik penyelaman setiap hari. 
Yang diunggulkan: salah satu tempat untuk menyaksikan mola-mola, pari manta dan hiu. Dengan terumbu karang di area drop-off serta cerukan. Giant moray, penyu hijau (Chelonia mydas), si bibir tebal, kuwek, mackerel dan tuna, Nemo si clown fish, aneka ikan kecil dan karang warna-warni membuat roller coaster bawah laut di sini begitu memukau. 

7. Sulawesi Tenggara (Nilai: 4,00) 
Merupakan salah satu lokasi yang ingin dikunjungi penyelam (11%) serta unggul dalam soal keindahan dan keragaman bawah lautnya (4,55). 
"Keanekaragaman biota laut dan karang umumnya masih terpelihara," papar Boy Adhitya, Sorowako, Sulawesi Selatan. 
Dari Kendari disambung perjalanan laut menuju Kepulauan Wakatobi yang merupakan akronim empat pulau - Wangi wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko. Dulu dikenal sebagai Kepulauan Tukang Besi. 
Suguhannya: atol tengah laut, terumbu karang keras dan lunak serta dinding (wall) dengan keragaman biota penyusun. 
Dapat dijumpai Tubastrea, udang-udangan, nudibranch dan pencil urchin. Terkadang, juga muncul dugong (Dugong dugon), sperm dan pilot whale, lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin), sementara di daratan ada kepiting kelapa serta burung Maleo. 

8. Bali: Pulau Menjangan, Bali Barat (Nilai: 3,95) 
Ada dua nilai setara yang diraup, yaitu kelestarian lokasi (3,92) dan layanan memuaskan dari operator (3,92). 
"Banyak situs menarik dan sensasi yang berbeda setiap kali menyelam walau di situs yang sama," puji Budi A. Darmawan. Yogyakarta. 
Lebih cepat mencapai titik penyelaman ini dari Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Negara) dibandingbermobil dari Sanur atau Kuta yang terletak di selatan dan timur. 
Terumbu karang warna-warni, termasuk karang lunak dan bangkai kapal dimensi kecil merupakan andalan wisata bawah lautnya. 
Biota lainnya: sweetlips, goatfishes, moorish idols dan kakap termasuk kerap dijumpai. Dan di perairan dangkal banyak dijumpai unicorn fish, longfin bannerfish, butterflyfish, masked bannerfish (Heniochus monoceros), lionfish (Pterois volitans) serta clownish polkadot groupers (Cromileptes altivelis) dan anemon bertentakel (Entactmaea quadricolor). 
Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Ball Barat (TNBB). 

9. Kalimantan Timur: Kepulauan Derawan (Nilai: 3,77) 
Dipilih untuk keindahan dan keragaman biota yang terkandung di dalamnya (4,28) serta masuk daftar lokasi yang ingin dikunjungi (4%). 
"Tiap pulau memiliki ciri khas. Biota laut pun masih terjaga baik," ungkap Sumarjito, Sulawesi Selatan. 
Perlu waktu panjang untuk tiba di sini. Ke Balikpapan disambung pesawat kecil menuju Berau atau Tanjungredep. Ditambah lagi transportasi laut ke Pulau Derawan lalu ke Sangalaki, 1 jam dari Derawan. 
Ulah primadona kawasan ini, pari manta berbentang sayap 3,5 m melahap plankton di batas permukaan laut bisa dinikmati hanya dengan cara snorkeling. 
Ada dinding dan cerukan dengan aneka biota. Nudibranch, flatworm, Titan triggerfish, barracuda, Chromileptes altives, batfish, kakap, glassfish, cardinal, spotted rabbitfish, penyu hijau (Chelonia mydas), white-tip shark 
dan basslet. Suguhan yang hanya punya saingan di Kepulauan Palau: ubur-ubur tak berpenyengat di danau laut pulau karang Kakaban, takjauh dari Pulau Sangalaki. 

10. Nangroe Aceh Darussalam: Sabang (Nilai: 3,74) 
Merupakan lokasi penyelaman menantang (4,10) serta menyediakan wisata tambahan (3,13). 
"Keanekaragaman hayati masih tinggi dan ada tantangan karena arus dan diving spot unik," cerita Melissa A. Situmorang, Jakarta. 
Perj alanan bisa dimulai lewat udara menuju Banda Aceh. Disambung ferry ke Pulau Weh, dengan pusat kota bernama Sabang, berjuluk 'Kilometer Nol' karena posisinya paling utara di kepulauan Nusantara. 
Dari pantai Iboih atau Gapang, silakan bertandang ke taman laut Pulau Rubiah. 
Terumbu karang berkondisi apik belum terjamah serta profil topografi bawah laut bervariasi. Mulai pasir, jurang batuan vulkanik sampai kawah bawah laut dan wreck di sekitar Pelabuhan Sabang. 
Satwa perairan atas seperti whale shark, pari manta, orca dan Mola mola juga bisa ditemukan bergantung musim. Masih ada aneka bulu babi, bintang laut dan frog fish. 

11. Nusa Tenggara Barat: gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Gili Nanggu (Nilai: 3,61) 
Mudah dicapai dari ibukota membuatnya disukai (3,91). Dan nilai tertinggi berikutnya didapat dari bagusnya layanan operator tehadap konsumen (3,84). 
"Gill Trawangan hanya satu-satunya yang memiliki blue coral di dunia," tegas Hendry, responden asal Jati Mekar, Jawa Barat. 
Walau, karang lunak biru banyak dijumpai pula di Kepulauan Bangka-Belitung. 
Gili Trawangan, Meno dan Air bisa ditempuh lewat laut dari Pantai Senggigi atau dari Bangsal, Pemenang - dari Senggigi jalan darat menuju utara, arah Tanjung. 
Sementara Gili Nanggu berada di bagian bawah Pulau Lombok, dari Pantai Senggigi atau ibukota Ampenan dan Cakranegara mengarah ke Pelabuhan Lembar. Semuanya berpantai pasir putih. 
Ada program cangkok karang di tiga gili pertama. Masih ada pari manta (musiman), penyu, hiu, ikan badut, anemon, kerang duri (thorny oyster), nudibranch sompsii flatworm. 

12. Jawa Tengah: Kepulauan Karimun Jawa (Nilai: 3,60) 
Faktor kemudahan menuju lokasij adi salah satu nilai tertingginya (3,74), diteruskan kepuasan dibanding biaya (3,79). "Selain menyelam, juga berkemah di salah satu pulau selama 7 hari. Pengalaman tak terlupakan," kenang Turonggo Sulasno, responden yang bermukim di Tembalang, Jawa Tengah. 
Dapat ditempuh dari dua kota: lewat pelabuhan Tanjung Emas, Semarang atau Pantai Kartini, Jepara. Dengan ferry KMP Muria juga jetfoil KMC Kartini. Primadona di sini antara lain Triton terompet (Charonia tritonis) dan Nautilus berongga (Nautilus pompillius). Lainnya, terdapat anakan hiu, penyu hijau, clown fish dan anemon. Juga alga hijau, cokelat dan merah serta padang lamun. Terumbu karang di Taman Nasional ini terdiri dari jenis karang tepi, penghalang dan lunak. 
Perairan Karimunjawa masuk dalam Taman Nasional Karimunjawa. 

13. Banten: Krakatau (Nilai: 3,54) 
Tantangan mencapai lokasi membuatnya terpilih sebagai favorit (3,73), juga layanan operator yang mengurusi titik penyelaman ini (3,44). 
"Sensasi setelah menyelam di perairan yang hangat -karena ada aktivitas vulkanik - lalu naik ke permukaan dan menatap puncak Krakatau," ungkap Candika Yusuf, Jakarta. 
Dapat ditempuh dengan cara liveaboard. Berangkat dari Pantai Carita (Anyer) malam hari dan lego jangkar pagi hari di muka gunung yang meletus dahsyat 26 Agustus 1883. Erupsi ini menciptakan gelombang tsunami serta meruntuhkan kaldera gunung apinya sendiri. 
Rekahan batuan vulkanik hingga jejak lelehan lava menjadi daya pikat primadona titik penyelaman ini. 
Ditambah karang meja (Acropom sp). Selain moorish idols, kadang dapat ditemukan white tip dan black tip sharks, emperor angelfish, penyu hijau dan moray eel. 
Krakatau termasuk dalam kawasan Cagar Alam Laut Pulau Anak Krakatau. 

14. Banten: Ujung Kulon (Nilai: 3,47) 
Menempati peringkat cukup untuk kelestarian (3,60) dan tantangan (3,33). 
"Banyak biota unik, kondisi bawah lautnya menyenangkan," tukas Yulia Chandra, Jakarta. 
Dapat didatangi lewat darat arah Anyer diteruskan ke Taman Jaya, lanjut berperahu ke Pulau Peucang, Handeleum, Panaitan sampai Tanjung Layar dan Karang Copong. 
Terumbu karang subur serta terowongan bawah laut jadi daya tarik utama. Ditambah penyu, bumphead parrotfish, barakuda dan hiu ujung sirip putih. 

15. Banten: Pulau Sebuku, Sebesi dan Sangeang (Nilai: 3,29) 
Peringkat kemudahan menuju lokasi dinilai tinggi (3,58), demikian pula dengan nilai kepuasan 
sebanding biaya yang dikeluarkan (3,59). 
"Wreck diving ekonomis dan menumbuhkan semangat belajar sejarah serta oseanografi perairan sekitar Sumatera," kata Annelies Budiatmadja, responden asal Indonesia yang bekerja di Singapura. 
Bisa dicapai dengan cara liveaboard, bertolak dari Labuhan Anyer, Carita menuju Krakatau. Lantas menyisir menuju pantai selatan Sumatra. 
Sebesi dan Sebuku merupakan pulau vulkanik di utara Krakatau. Sebuku-Sebesi-Sangeang (Sanghyang) membentuk segitiga di atas perairan dekat Selat Sunda. 
Suguhan utama bisa dijumpai dekat pantai timur Sebuku: bangkai kapal Belanda, Evertsen, yang tumbang tak lama berselang dari HMAS Perth dan USS Houston dalam pertempuran Selat Sunda. 
Dasar laut dari batuan basalt lava Krakatau menjadi daya tarik utama, ditambah aneka biota perairan. Seperti kima raksasa (Tridacna squamosd), anemon dark (Amphiprion clarkii), flatworm, nudibranch dan karang bercabang Acropora, Montipora, Fungia simplex. 

16. DKI Jakarta: kepulauan Seribu (Nilai: 3,15) 
Layanan operator membuatnya masuk peringkat favorit (3,48), juga karena lokasinya begitu mudah didatangi (3,59). 
"Mudah dicapai, biaya relatif terjangkau dan ada pilihan wisata lainnya," ujar Stanley Sinjal, responden asal Jakarta. 
Sangat mudah dicapai dari Jakarta. Periksa dulu jadwal keberangkatan ke Pulau Pramuka, Sepa atau Kotok di Marina Ancol, atau pilih perahu penyeberangan warga Kepulauan Seribu di Muara Angke. 
Program penumbuhan kembali di Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka jadi salah satu daya tarik utama. 
Terumbu karang sehat juga dapat ditemukan di Pulau Kotok bersama si bibir tebal, hiu dan penyu hijau (Ghelonia mydas). Bahkan pari manta kecil sesekali menyelinap. Masih ada barakuda, batfish, moray eel, parrotfish dan bangkai kapal kargo. 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :