Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Sungai ku.

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 26 December 2012
di Lomba Blog Pure It - 0 komentar

Miris sekali ketika saya harus menuliskan sebuah fakta mengenai Air. Pasalnya kota tempat saya tinggal adalah kota metropolitan, dimana hampir tidak ada air yang bisa dikatakan layak, bahkan hanya untuk sekedar ikan hidup pun susah. Wajar saja Surabaya adalah kota besar, bahkan termasuk kota besar dipulau jawa. Banyak sekali wilayah perindustrian yang membuang limbahnya ke sungai. tidak hanya limbah industri, limbah domestikpun tidak kalah. usaha-usaha eksploitasi sumber daya air semakin  mengesampingkan keberlanjutan sumber air. Bahkan, pencemaran air telah menjadi problem klasik lingkungan yang muncul setiap tahun.Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Ecoton, tingginya pencemaran air di Surabaya 60% berasal dari limbah domestik rumah tangga, hotel, dan restoran sedangkan 40% berasal dari limbah industri. Sampah domestik tersebut diantaranya merupakan sampah padat yang dibuang di sungai Surabaya dengan komposisi sebagai berikut: sampah tanaman (ranting pohon, dedaunan, dan sampah sayuran) 44% sampah plastik (bungkus mie, shampo, minuman, detergen, dll), 27% popok bayi dan pembalut sekali pakai 15%,  tinja manusia 7%, bangkai hewan dan jeroan 4%, lain-lain (bola lampu, kain, styrofoam, dll) 3% (Sumber : tim pemulung sampah kali ecoton Januari-Maret 2011). Selain itu Kali Surabaya juga menerima limbah cair industri yang mencapai 75,48 per hari dari 368 industri.

Hal Ini juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang berada di daerah sungai surabaya. Karena hampir semua masyarakat yang hidup dikawasan sepanjang aliran sungai adalah golongan menengah kebawah, sehingga mereka tidak begitu mempedulikan kesehatan. Banyak sekali ditemui masyarakat yang tinggal disepanjang aliran sungai memanfaatkan air sungai disurabaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti mandi, buang Tinja(Black Water), memcuci Baju(Grey Water), Mencuci Bahan – bahan makanan,dan yang lainnya. Terlebih lagi semua limbah yang dihasilkan dari limbah domestik dibuang langsung kedalam air tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Sehingga potensi pencemaran akibat limbah domestik disurabaya sangatlah cukup besar. Kondisi penataan lingkungan pemukiman di sepanjang bantaran sungai yang umumnya tidak sesuai dengan tuntunan kesehatan, kurangnya sarana sanitasi, dan pola hidup serta budaya yang ada menjadi alasan pemukiman penduduk di bantaran sungai menjadi prioritas pengendalian pencemaran limbah domestik.

Efek dari pembuangan limbah domestik disungai surabaya dapat berdampak menurunnya kualitas air, dikarenakan meningkatnya konsentrasi zat organik dalam air. Selain itu Pencemaran yang terjadi disurabaya juga paling dirasakan imbasnya bagi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) perlu diketahui bahwa 96% suplai bahan baku PDAM adalah air yang berasal dari sungai disurabaya. dimana air PDAM merupakan satu – satunya sumber air yang digunakan oleh masyarakat diperkotaan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Solusi yang paling efektif dilakukan diwilayah perkotaan adalah dengan melakukan pengendalian terhadap masyarakat yang ada diwilayah aliran sungai, dengan memberikan penyuluhan serta pelatihan bagaimana cara menjaga sumber air. Berbagai solusi banyak sekali ditawarkan, seperti melalui pengolahan Sampah : Bank Sampah, Komposter, Daur Ulang (Pencegahan terjadinya penumpukan sampah di TPS, serta mencegah pembuangan sampah kesungai), serta pembangunan Infrastruktur pengolahan Air limbah (IPAL), serta yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mengajarkan kepada anak – anak tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang bisa diterapkan disekolah – sekolah. Menanamkan nilai  - nilai tentang kebersihan sejak dini sangat efektif jika dilakukan dengan intens dan berkelanjutan, sehingga peran para Orang Tua sangatlah penting. Jaga generasi muda bangsa ini agar kelak masa depan bangsa terjaga digenggamannya.

Referensi : 

Ecoton :: Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :