Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Kawasan Timur Indonesia, siap buka Investasi bidang perikanan

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 08 January 2013
di IKAN - 0 komentar

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang sejumlah pihak untuk berinvestasi wilayah timur Indonesia. Investasi diyakini dapat menggerakan ekonomi sektor perikanan dan kelautan kawasan itu.

“Saat ini Indonesia membuka peluang bagi para investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan khususnya di Indonesia Timur,” kata Fadel Muhammad, menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta, pekan lalu.

Fadel membuka peluang investasi bagi swasta, baik luar negeri maupun dalam negeri. Sebelumnya, investor asal Australia pada pergelaran “Sail Banda 2010″ di Maluku berminat membenamkan dana mereka di Ambon dan Papua. Di kawasan itu terdapat potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.

Fadel menuturkan, pelibatan swasta dalam menggerakan ekonomi sektor kelautan dan perikanan dilandasi pula oleh keterbatasan anggaran pemerintah.

“Anggaran untuk KKP dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) hanya Rp 4,7 triliun tahun 2011. Jumlah dana ini tidak cukup untuk menggerakan sektor ekonomi maritim. Karena itu kita menggandeng swasta,” papar Fadel.

GNP Rendah

Sebelumnya, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Prof Sri Edi Swasono pada diskusi Investasi Asing dalam Perspektif Nasionalis mengatakan, kebijakan yang membuka lebar-lebar investasi asing akan membuat Indonesia semakin jauh terpuruk di bawah dominasi ekonomi asing.

“Ini ada kaitannya dengan GDP (produk domestik bruto) dan GNP (produk nasional bruto). Selama ini GNP selalu lebih kecil dibanding GDP. Padahal semakin banyak investasi asing, maka GNP dengan sendirinya juga akan semakin kecil,” kata Edi Swasono.

Ia menambahkan, kesenjangan antara GNP dan GDP yang semakin lebar merupakan indikasi semakin besarnya dominasi asing atas perekonomian nasional.

Fadel menambahkan, investasi asing dapat membidik sejumlah komoditas unggulan seperti ikan kerapu, mutiara, maupun rumput laut

Dari Phuket, Thailand, Senin (15/11), pada acara Regional Coordination Meeting In Combating Illegal Fishing And The Promotion of Maritime Economy, Fadel mengajak negara-negara Asia Pasifik membenamkan investasi mereka di Indonesia.

Belum lama ini, pemerintah Arab Saudi memastikan niat mereka berinvestasi di Lndone-sia. Kerja sama bidang perikanan kedua negara sudah berlangsung sejak 2005. Kini, kerja sama itu diperbarui. Bank Perkreditan dan Simpanan negara itu bersedia memfasilitasi pengusaha Arab Saudi yang berniat berinvestasi di sektor perikanan di Indonesia.

“Ada sinergi Bank Perkreditan dan Simpanan Arab Saudi dan pengusahanya. Itu berarti investasi di sektor perikanan di Indonesia yang dilakukan pengusaha Arab benar-benar didukung perbankan,” tegas Fadel.

Neraca Ekspor

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi KKP Soenan H Poernomo menambahkan, kerja sama kedua negara kian membaik yang ditandai dengan ekspor-impor produk perikanan.

Menurut Soenan neraca perdagangan (ekspor-impor) produk perikanan Indonesia masih unggul dibanding Arab Saudi. “Ekspor Indonesia ke Arab Saudi surplus dibanding ekspor mereka ke Indonesia,” kata Soenan.

Data KKP menunjukan, volume ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi pada tahun 2009 tercatat 12.173 ton, dengan nilai US$ 48,373 juta. Sebaliknya, volume ekspor produk perikanan Arab Saudi yang masuk ke Indonesia tahun 2009 sebesar 6 ton, dengan nilai US$ 90 ribu. Qjr)

Sumber: Investor Daily Indonesia

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :