Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Dampak Pembakaran Sampah

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 17 February 2013
di Indonesia Hijau - 0 komentar

Pembakaran sampah merupakan kegiatan yang dideteksi mempunyai peranan besar dalam pencemaran udara. Proses pembakaran sampah walaupun skalanya kecil sangat berperan dalam menambah jumlah zat pencemar di udara terutama debu dan hidrokarbon. Hal penting yang perlu diperhitungkan dalam emisi pencemaran udara oleh sampah adalah emisi particulat akibat proses pembakaran, sedangkan emisi dari proses dekomposisi yang perlu diperhatikan adalah emisi HC dalam bentuk gas methane. zat atau gas polutan ini, tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker (karsinogenik). 

Sebagai gambaran pembakaran 1 ton sampah akan menghasilkan 30 kg gas CO, gas tersebut jika dihirup akan berikatan sangat kuat dengan haemoglobin darah sehingga dapat menyebabkan tubuh orang yang menghirup akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian. Pembakaran sampah organik juga akan menghasilkan gas methane. Membakar potongan kayu akan menghasilkan senyawa formaldehyde yang mengakibatkan kanker. Sampah organik yang masih agak basah seperti daun, ranting, batang, sisa sayuran atau buah jika dibakar tidak akan semua terbakar dan akan menghasilkan partikel-partikel padat yang dapat beterbangan. Satu ton sampah organik akan menghasilkan 9 kg partikel padat yang mengandung senyawa hidrokarbon berbahaya. 

Pembungkus kabel , kulit, pipa pralon jika dibakar akan menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif, dan nilon, busa yang terdapat dalam matras, sofa dan karpet berbusa jika dibakar akan menghasilkan gas berbahaya. Jika pembakaran dilakukan pada suhu lebih dari 600 oC akan menghasilkan HCN. Sebaliknya jika dilakukan pada suhu kurang dari 500oC akan dihasilkan isosianat yang juga sangat berbahaya. 

Dari hasil penelitian dalam beberapa tahun terakhir ini dikatakan bahwa pembakaran sampah rumah tangga pada kondisi pembakaran dan suhu yang rendah dapat menimbulkan gas racun dioksin. Dioksin merupakan bahan kimia beracun yang bersifat ada terus menerus, terakumulasi secara biologi dan tersebar di dalam lingkungan dalam konsentrasi yang rendah, juga termasuk bahan yang bersifat carcinogen yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker terhadap manusia. Efek samping dioksin terhadap manusia adalah perubahan system hormone, perubahan pertumbuhan janin, menurunkan kapasitas reproduksi, penekanan terhadap system kekebalan tubuh, dan perubahan ditingkat pertumbuhan awal dari hormone, serta pada dosis yang lebih besar bisa mengakibatkan sakit kulit yang serius. 

Dioksin mempunyai struktur kimia yang sangat stabil dan bersifat lipofilik yaitu tidak mudah larut dalam air tetapi mudah larut dalam lemak. Karena kestabilan strukturnya ini, maka dioksin sangat berbahaya, sebab tidak mudah rusak atau terurai dan dioksin dapat berada di dalam tanah dan terakumulasi sampai 10-12 tahun. Dioksin bersifat mudah larut dalam lemak sehingga dapat terakumulasi dalam pangan yang relative tinggi kadar lemaknya, antara lain dalam daging baik daging sapi maupun unggas, susu dan berbagai bahan makanan hasil olahan susu, telur dan bahkan ikan. Senyawa dioksin yang terbuang ke dalam saluran air akan terbawa ke sungai dan akhirnya ke laut, terus menumpuk karena sukar terurai, lalu masuk ke dalam tubuh hewan air termasuk ikan, dan terus menumpuk pada tubuh hewan tersebut sampai akhirnya dimakan oleh manusia. Ini merupakan salah satu rantai cara masuknya dioksin ke dalam tubuh manusia disamping melalui udara. 

Disamping dioksin, pembakaran sampah di dalam udara terbuka juga menimbulkan kabut asap yang tebal yang mengandung bahan lainnya seperti partikel debu yang kecil-kecil yang biasa disebut particulate matter (PM) berukuran 10 mikron, biasa disebut PM10. Alat saring pernafasan kita tidak sanggup menyaring PM10 ini, sehingga bisa masuk kedalam paru-paru kita dan bisa mengakibatkan sakit gangguan pernafasan (asma dan radang paru-paru), infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), radang selaput lender mata, alergi, iritasi mata dll.

Sumber : http://www.bapedalda-diy.go.id

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :