Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Bahaya Radiasi Nuklir terhadap Tubuh

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 21 February 2013
di Indonesia Hijau - 0 komentar

Meledaknya reaktor nuklir di PLTN Fukushima Jepang memicu kekhawatiran menyebarnya debu radioaktif yang bisa berdampak bagi kesehatan. Kathryn Higley, dari Oregon State University menyatakan, radioaktif iodine dan cesium sudah menyebar ke udara dari PLTN itu.

Menurut Higley, ada dua cara materi radioaktif merusak kesehatan. Membunuh langsung sel-sel yang ada dalam tubuh atau menyebabkan mutasi DNA. Jika mutasi itu tidak segera diperbaiki, sel itu akan berubah menjadi kanker.

Radioaktif iodine cenderung menyerap kelenjar thyroid dan menyebabkan kanker thyroid, kata Lydia Zablotska dari Universitas California, San Fransisco.

Namun radioaktif iodine hanya berumur pendek, sekitar dua bulan setelah kejadian, ujar Andre Bouville dari National Cancer Institute yang mempelajari ledakan Chernobyl di Ukraina pada 1986 lalu.

Anak-anak adalah kelompok yang paling berisiko terkena kanker thyroid, karena kelenjar thyroid mereka 10 kali lebih kecil dibanding orang dewasa. Radioaktif iodine akan lebih terkonsentrasi pada mereka.

Sementara radioaktif cesium bisa bertahan lebih dari seabad. Tapi tidak terkonsentrasi pada satu bagian tubuh seperti radioaktif iodine.

Menurut Lydia Zablotska, kecelakaan Chernobyl menyebabkan lepasnya meteri radioaktif ke atmosfer. Beberapa tahun kemudian, kasus kanker thyroid mulai dialami anak-anak di Ukraina dan negara-negara tetangga. 
Kasus ini muncul empat hingga 10 tahun setelah kejadian.

Anak-anak itu terpapar materi radioaktif karena mengkonsumsi sayuran dan susu yang sudah terkontaminasi. Tidak ada dampak kesehatan dari paparan radioaktif cesium setelah kejadian itu.

Umumnya, kata Kathryn Higley, perlu dosis radiasi tinggi untuk meningkatkan risiko kanker. Misalnya, ada laporan seorang pekerja Jepang terpapar 10 rem (100 millisievert, mSV), ukuran dosis radiasi. Dengan terpapar seperti itu, maka tingkat risiko kankernya sekitar setengah persen. 

Orang Amerika rata-rata terpapar 0.3 rem (3 mSv) setiap tahun dari sumber-sumber alami, seperti matahari.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan, pemeriksaan sinar X berkekuatan sekitar 0.02 rem, (0.2 millisieverts mSv). Setiap orang rata-rata terpapar radiasi secara alami sebesar 0.24 rem (2.4 mSv)
Penyakit akibat radiasi yang sudah fatal bisa menyebabkan terjadinya pendarahan dan pecah usus dan lambung. Sekitar 140 orang mengalami penyakit ini setelah terjadinya musibah Chernobyl, kata Zablotska.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :