Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

NELAYAN SUMUT INGIN PINDAH KEWARGANEGARAAN KALAU KASUS PUKAT GERANDONG TIDAK SELESAI

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 21 February 2013
di Jaya Indonesia, Jaya Perikanan dan Jaya Lautan - 0 komentar

Sebanyak 14 perwakilan nelayan dari Provinsi Sumatera Utara bertandang ke DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2). Kedatangan mereka untuk meminta keadilan dan penegakkan hukum atas penggunaan pukat gerandong (pukat tarik gandeng 2 aktif) yang sejak lama beroperasi di perairan timur Sumut. Penggunaan pukat gerandong mengakibatkan ikan-ikan kecilpun ikut terjaring, yang berujung berkurangnya tangkapan para nelayan.

Nelayan dari Langkat, Sumut, Zulham, mengungkapkan bahwa semua cara sudah ia dan rekan- rekannya lakukan, tapi tidak pernah mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Menurut Zulham, ia dan nelayan lain justru diintimidasi pihak kepolisian ketika melaporkan adanya penggunaan pukat gerandong. "Kalau kepala saya harus ditinggalkan di Jakarta, saya ikhlas demi teman-teman saya di sumut. Jangan ada intimidasi lagi terhadap nelayan sumut. Kalau masalah ini tidak selesai, saya mau pindah jadi warga luar negeri. 

Ambil saja KTP saya," ujar Zulham dengan meninggi dan bergetar saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruangan wartawan, gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).

Di kesempatan yang sama nelayan Langkat lainnya, Muktamar Laiya, memperlihatkan bukti salah seorang rekannya yang pernah digebukin polisi karena kasus yang sama. Menurutnya masalah pukat gerandong semakin merajalela sejak jaman Soeharto lengser. Menurut Muktamar, nelayan Sumut hanya menginginkan hukum dan undang-undang ditegakkan. "Ini sudah sejak tahun 90-an, ini sdh kronis. Bantulah kami nelayan, tegakkan hukum dan perundang-undangan. Kami tidak perlu dibantu uang," tandasnya dengan suara lantang.

Akibat beroperasinya pukat gerandong di perairan Sumatera Utara, penghasilan nelayan berkurang hingga 70 persen. 

Hingga kehidupan ekonomi mereka semakin susah dan kian sulit menyekolahkan anak-anaknya. Diketahui hingga saat ini sebanyak 15 nelayan masih ditahan Polda Sumut karena melaporkan penggunaan pukat gerandong. Kedatangan mereka ke DPR RI untuk menemui Ketua DPR RI dan Komisi III DPR RI. Mereka berharap masih ada keadilan di negeri ini. 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :