Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Flora-Fauna Harus Terlindungi Amdal Pratambang

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 18 March 2013
di Indonesia Hijau - 0 komentar

Forumhijau.com - Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pratambang yang baik, yang dilakukan perusahaan pertambangan, seharusnya cukup mampu melindungi habitat flora dan fauna di kawasan hutan. 

“Monitoring pratambang yang dilakukan sebelum kegiatan pertambangan dimulai sangat berpengaruh. Kalau amdalnya OK, seharusnya (kegiatan penambangan dihutan) tidak masalah,“ kata Direktur Perlindungan Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Novianto Bambang.

Monitoring awal pratambang dengan tujuan mengetahui kerapatan biodiversitas juga menjadi tanggung jawab perusahaan tambang yang akan melakukan kegiatan penambangan di kawasan hutan. Novianto mengatakan monitoring tersebut juga dilakukan setelah aktivitas eksplorasi. 

Aktivitas pertambangan di hutan biasanya akan membuat fauna bergeser dari habitatnya, tetapi tidak untuk flora. “Mereka (satwa) akan mencari tempat yang aman, mungkin saja karena bau gas mereka bergeser atau terlalu bising oleh suara mesin,“ kata dia.

Meski demikian, Novianto mengatakan spesies baru flora dan fauna biasanya muncul ketika rehabilitasi kawasan hutan bekas tambang dilakukan. “Seperti di Kamojang dan Papandayan, waktu eksplorasi mereka (satwa) lari. Tapi mereka kembali dan spesies (flora) baru bermunculan.“ 

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan habitat flora dan fauna yang masuk kategori nyaris punah terancam oleh aktivitas penambangan. 

“Penghancuran habitat kini bahkan banyak dilakukan secara legal dengan alih fungsi kawasan hutan dan penambangan di kawasan hutan lindung,“ kata pengampanye tambang dan energi Walhi Pius Ginting. Dia mencontohkan, di hutan Batang Toru, Sumatra Utara, hendak dilakukan perusahaan emas. Di kawasan itu ada 15 jenis fauna yang hampir punah dan masuk daftar IUCN Red List atau CITES, antara lain orang utan sumatra, harimau sumatra, dan tapir asia.

Ia mengatakan banyaknya penambangan di kawasan hutan, termasuk di kawasan hutan lindung, juga di cagar alam, serta alih fungsi taman nasional membuat larangan ketat perdagangan satwa liar hanya jadi kosmetik pemanis dalam upaya perlindungan satwa. 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :