Diorama Lingkaran

Other Frame of Me

Kapitalis Ancam Kearifan Lingkungan

diposting oleh lutfi-fpk11 pada 05 June 2013
di Sejarah Bangsa - 0 komentar

KETIDAKPUASAN pemilik modal sebagai cerminan dari watak kapitalisme yang cenderung rakus dengan menggunakan cara yang ekspansif, akumulatif dan represif menjadi ancaman bagi kearifan masyarakat lokal serta sumber daya alam di sekitarnya.
“Masyarakat adat mempunyai kearifan tersendiri dalam mengelola alam sekitar yang mungkin tidak dipahami lingkungan di luar itu,” kata Giring, penggiat lingkungan dari Pancur Kasih saat diskusi tentang Hari Bumi di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (22/4).
Menurut dia, banyak kasus yang akhirnya melibatkan masyarakat lokal dengan aparat dan pemerintah. Ia mencontohkan kasus di Desa Semunying Jaya, Kabupaten Bengkayang. Di desa tersebut, lahan milik masyarakat adat tetap digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit meski terjadi
pertentangan. “Akibatnya, faktor kuasa, senjata dan kapital, terlibat di dalamnya,” kata Giring.
Sementara masyarakat lokal sesungguhnya mempunyai cara tersendiri dalam berhubungan dengan alamnya masing-masing. “Mungkin di Bengkayang berbeda dengan di Landak, atau Kapuas Hulu,” ujar Giring yang juga Pemred di Majalah Kalimantan Review.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Silvester Thomas Daliman mengatakan, konsep kedaulatan sebuah negara, tidak membiarkan kedaulatan lain di dalam wilayahnya. “Sehingga kekuatan komunitas lokal, ‘diisap’ oleh kekuatan negara,” ujar Thomas Daliman.
Ia menilai, cara pandang yang berbeda membuat kerap terjadi pertentangan antara hukum negara dan hukum adat masyarakat lokal.
Selain itu, dari sudut pandang masyarakat kapitalis, sesuatu yang tidak berguna, misalnya tanaman durian atau kuburan yang dianggap penting bagi masyarakat adat, sah saja kalau disingkirkan. “Sementara bagi masyarakat lokal, tidak hanya menyangkut soal aturan tertulis saja, melainkan juga ada faktor sosial, lingkungan, dan sebagainya,” kata dia. (mi/H-1)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :